Pages

Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Gambaran Anak Muda Indonesia

oleh Margaretha Seting Beraan pada 28 Oktober 2010 jam 12:16
(dari catatan Hermawan Kartajaya--Founder dan CEO,MarkPlus, Inc = Garuda Indonesia inflight magazine)

Walaupun tujuan survey ini untuk menembak kaum muda sebagai konsumen, tapi tak apalah bisa kita jadikan bahan informasi yang berguna

Beberapa waktu yang lalu MarkPlus Insight melaksanakan survei khusus anak muda Indonesia yang melibatkan hampir 800 responder berusia 16 hingga 35 tahun dari kelas sosial A  dan B di enam kota besar (Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, Dan  Makassar). dilakukan segmentasi pasa­r anak muda Indonesia untuk memberi gambaran tentang mereka kepada para marketer. Mimpi mereka akan menentukan pasar Indonesia satu dekade lagi.
Di temukan segmentasi baru yang terbentuk berdasarkan karakter anak muda.
Anak muda adalah tulang punggung bangsa ini. Pahamilah Kegelisahan mereka!


Dari sekian banyak keunikan dan keragaman anak muda, dikelompokkan menjadi segmen besar, yang dijuluki empat Macro communities anak muda Indonesia. Macro community pertama, "Patriot”, jumlahnya kurang lebih 25,7 persen. Mereka adalah anak yang Punya idealisme dan rasa nasionalisme yang tinggi, cenderung jadi pemimpin. Anak muda dari kelompok ini memiliki jiwa sosial yang tinggi dan  sangat loyal. Kedua, "Buddy", 24,8 persen, adalah tipe anak muda yang cukup santai, memiliki banyak teman, toleran, dan peduli kepada orang lain. Ketiga, "Fighter", 24,3 persen, tergolong anak muda yang keras, punya banyak kegelisahan, outspoken, Dan  kadang sedikit egois. Keempat,"Star", 25,2 persen, cenderung idealis dan populer, punya pengaruh besar dalam peergroupnya, punya tujuan hidup yang jelas bagi masa depannya, namun cenderung fokus pada diri sendiri--> yang mana kategorimu ^.^ ? 

Apapun kategorimu....jadilah seseorang yang berbuat sesuatu bagi bangsa dan sesamamu.
HIDUP PEMUDI DAN PEMUDA INDONESIA!!!!


Siapa Bertanggungjawab?

oleh Margaretha Seting Beraan pada 25 Februari 2011 jam 19:12
Dalam perjalanan pulang dari kubar ke Samarida, antara camp baru – resak, terjadi keresahan besar di jalan…para penumpang dan pengendara berteriak dan berkeluh karena ada jalanan yang rusak.  

Bermula dari (katanya) sebuah truk angkutan kelapa sawit yang terperosok di lubang jalanan, sangkut, tak bisa kemana-mana. Akhirya terjadi  kemacetan besar akibat terjadi antrian mobil sepanjang kurang lebih 2 kilometer menunggu giliran lewat.  Perjalanan yang seharusnya ditempuh dalam waktu 7 jam akhirnya harus menunggu hingga 15-20 jam.

Kejadian ini terjadi di antara kampong Camp baru dengan resak, tepat di dalam area perkebunan kelapa sawit.  Jauh dari pemukiman dan perumahan penduduk, tak ada rumah tempat menumpang ke tolilet atau tempat meminta segelas airputih.

Selalu dalam kondisi darurat, wong cilik yang paling cepat mengambil inisiatif. Mereka menggorganisir diri, mencoba menarik kendaraan yang sangkut dengan imbalan 30 ribu perkendaraan.  Para penjaja makanan keliling yang biasa dipanggil leleq juga menjual aneka minuman ringan dan makanan buatan, dengan cepat mereka menggunakan kesempatan tersebut untuk bergerilya mencari pembeli yang kelaparan. Dalam keterbatasan mereka ada banyak orang yang complain karena tidak mendapat giliran secara adil. Beberapa orang yang harusnya menghadiri pertemuan penting di samarinda mengomel, beberapa orang yang harus mengejar penerbangan keluar kota  tanpa malu menangis membayangkan tiket yang hangus karena keterlambatan akibat kemacetan ini

Dalam kondisi seperti  ini, muncul pikiran2 dan pertanyaan dikepala:
-          Kejadian ini akibat Jalanan yang rusak, lalu kemana pajak yang dibayarkan oleh pemilik kendaraan yang dibayarkan selama ini?
-          Kemana para petugas DLLAJR ? kog tak ada aksi cepat mengatasi keadaan ini? padahal ini kewajiban mereka dan dari pajak-pajak penggunaan jalan dan pajak kendaraan itulah gaji mereka dibayarkan.
-          Dimana tanggungjawab perusahaan sawit yang mengakibatkan kerusakan jalan akibat angkutan alat-alat beratnya
-          Dimana pejabat pemerintah yang berkewajiban mengatasi masalah ini? Apakah issue perbaikan jalan dan sarana transportasi ini ikut menguap bersama issue selesainya pilkada???

Siapa ini yang harus bertanggungjawab???

Dirgahayu 14 tahun TELAPAK (21 Januari 2011)

oleh Margaretha Seting Beraan pada 22 Januari 2011 jam 1:59
Posko TelapakPondok sederhana ini adalah bangunan yang digunakan untuk sekolah bagi anak-anak usia pra sekolah di sebuah kampung sederhana di kaki gunung Salak, pertama menginjakan kaki disana tertulis PAUD TELAPAK 01... ketika mengetahui bahwa bangunan sederhana ini akan menjadi tempat menginap sekaligus tempat pertemuan kami, yang pertama-tama terpikir olehku, “Wah kasian anak-anak ini harus libur karena kami pakai sekolahan mereka”, tetapi ketika menyadari bahwa “sekolahan” mereka ada dimana-mana, tidak semata  tergantung pada “gedung” hati menjadi sedikit tenang…dan tiga hari kemudian aku menjadi sadar juga, bahwa gedung ini bukan hanya sekolahan bagi anak-anak kecil itu…tapi juga “Sekolahan” bagiku…

Di pondok sederhana ini tiga hari melawan rasa dingin dipagi hari, males mandi, ngopi-ngopi, “bonus” makan ikan asin tiap hari..berembuq, curhat, menangis, mencla-mencle, marah, bersilat lidah, melucu, berdiskusi tentang apa arti “Memimpin Perubahan Menuju Kerakyatan dan Kelestarian” …. konsep-konsep di jabarkan, hasil penelitian diungkapkan,  ilmu yang baru di baca di buku di keluarkan… rumus-rumus “mengawal mimpi” di utak-atik.... banyak kata-kata dan istilah yang keluar…
“KETELADANAN”,
‘ANTI DOMINASI”,
“ANTI KEKERASAN”,
“MEMPENGARUHI dengan cara MENEBARKAN  NILAI”,
“ADIL, SEJAHTERA, ORGANISER, MOTIVATOR, KONTROL, ROH KETELAPAKAN, MENGUATKAN IKATAN, GERPAK!”....masih banyak lagi! Berkutat denan semua ini, rasanya seperti jadi “Mentri Urusan Kenegaraan….”

Di Pondok ini terpikir…Seseorang atau bahkan sekelompok orang bisa memaknai  suatu moment atau suatu tempat. Kadang suatu tempat atau moment yang dimaknai tersebut terlihat sepele bagi sebagian orang dan bahkan bukan suatu kesempatan yang istimewa untuk orang kebanyakan. Moment istimewa tersebut bisa diinspirasi dari lamunan melankolis seseorang dalam perjalanannya di bis malam, bisa dikenang dari cerita seorang gadis yang mabok didalam kamar mandi, bisa dimulai dari jagongan beberapa lelaki yang bermimpi sambil bergitar …. Bisa juga dimulai dari bisikan seorang sahabat dalam rendaman air dingin di sebuah sungai dalam taman nasional atau bisa juga ketika makan sate bersama penduduk kampung di  pondok ini

Sebuah Moment sederhana dan tempat sederhana…bisa menjadi sesuatu yang luar biasa ketika ada orang atau sekelompok orang yang MEMAKNAINYA…  sebagaimana halnya dengan “TELAPAK”… ada yang memaknainya sebagai "ikatan Persahabatan”, “Konglomerasi Ekonomi”, “Kumpulan Mimpi yang terealisasi”, “sebuah Proses  Menjadi Seseorang”, BERDAULAT SECARA POLITIK ,MANDIRI SECARA EKONOMI, BERMARTABAT SECARA BUDAYA ….

TELAPAK, nama yang sederhana…terlalu sederhana malah…namun seseorang dan kemudian sejumlah orang memaknainya sebagai sesuatu yang  ISTIMEWA, MENDALAM, PHILOSOPHYS  dan  bahkan dimaknai sebagai sebuah IKON PERJUANGAN…

14 tahun nama ini telah hadir dan lahir…
14 tahun seseorang dan segerombolan orang dengan setia… setiap detik,setiap hari ..memaknainya
14 tahun jatuh bangun bersama, berbuat bersama
14 tahun pernah berbuat salah, refleksi dan menoreh prestasi
14 tahun sudah…..dan akan ada belasan tahun lagi kedepan….

DIRGAHAYU TELAPAK DAN TELAPAKERS……
Semoga bersama kalian, Aku bisa menggabungkan mimpiku dengan mimpimu...Ikut MEMAKNAI kata "TELAPAK" dan bisa "MEMAKNAI DIRIKU SENDIRI"

anak-anak PAUD TELAPAK

Dalam perjalanan pulang masih terpikir olehku.. apa yang ada dipikiran anak-anak kecil itu saat kembali bersekolah… dan mencoba mengenali huruf-huruf….disana tertinggal tulisan yang tak dapat dihapus, tertulis dengan spidol permanent… Tesis – Antitesis – Sintesa.. dan SKALA PRIORITAS… 

Seting+