Pages

Modulu-dulu, Ma andai-andai

Modulu-dulu, Ma andai-andai



Modulu-dulu adalah makan adat ala komunitas Bada( to bada= Orang Bada) dimana para tamu undangan dalam pesta makan bersama dalam satu tempat sebagai simbol perekat hubungan antara mereka.

Uniknya dalam santap bersama ala Modulu-dulu para tamu membawa sendiri makanannya didalam bungkusan yang dinamakan Pungku a (artinya bungkusan) yg isinya makanan. walaupun para tamu membawa sendiri makanannya buka berarti si tuan rumah tidak menyediakan hidangan lho!. Untuk tamu yang bukan dari kampung setempat atau supaya tidak kekurangan hingangan, tuan rumah menyediakan hidangan juga yang diatur dan dibungkus secara rapi didalam Pungku a. Pungku a yg disediakan utk tamu, ukuran lebih besar sedangkan pungku a yg dibawa dari rumah masing2 ukurannya lebih kecil. Karena tamu yang datang tidak di batasi jenis dan menu makanannya sehingga akhirnya hidangan pesta jadi sangat beragam lauknya.

Modulu-dulu bisa berarti makan sambil santai,semua tamu makan pelan-pelan sambil bercerita dan tertawa-tawa. Dalam pesta ala modulu-dulu semua tamu akan bercerita ttg kejadian baik2 saja, tidak boleh bergosip atau cerita yg sedih2 tetapi hal2 yg memberi semangat dan menggembirakan hati semua orang sehingga nanti menjadi kenangan antara mereka. jika ada tamu yang membuat tingkah laku tak sopan yang merusak pesta maka akan dikenakan Giwu atau denda adat. umumnya yang sering membuat seseorang terkena Giwu adalah tindakan atau lelucon-lelucon porno yang merendahkan martabat kaum perempuan serta tindakan tidak hormat pada orang yang lebih tua.

Tata cara duduk para tamu juga unik karena setiap tamu duduk melingkar membentuk grup-grup kecil yang isinya antara 5 - 7 orang, dimana Laki-laki yg sudah menikah duduk tepisah dari kelompok perempuan yang sudah menikah, hanya kelompok muda-mudi yg belum menikah yang boleh duduk campur baur antara cowok dan ceweknya

kebanyakan tamu yang datang ke pesta sudah makan dari rumah karena mereka tau ada serangkaian ritual adat yang harus dilalui, karenanya didalam makan ala Modulu-dulu mereka tidak banyak makan, atau tidak akan makan sampai kekenyangan. Cara makan seperti ini tentunya meninggalkan sisa makanan yang banyak. hal lain yang unik dan istimewa adalah sisa makanan harus dibungkus dan bawa pulang kembali oleh semua tamu. setiap tamu akan saling tukar hidangan utk dibawa pulang oleh tamu lainnya, jd setiap tamu tidak akan membawa pulang jenis hidangan yang sama dengan yang dibawanya ke pesta. maksud dari cara ini agar orang lain juga ikut menikmati jerih payah mereka dan bergembira karenanya

Seandainya cara ini dilakukan ketika mengundang tamu dari seluruh nusantara, bukan tidak mungkin bisa menghasilkan rekor Muri baru lagi hehehe

4 comments:

  1. Adat yang sangat bagus sekali Seting, kitapun berharap hal yang sama, seandainya itu terjadi, tidak ada peperangan atau perselisihan lagi. Sukses selalu untukmu dan kutunggu kabar2 lainnya yang membuka wawasan kita dan ilmu pengetahuan kita makin bertambah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih banget apresiasinya (^,^)

      Delete
  2. gala dinner yg menarik. ada cerita soal sungai saat Modulu-dulu, Ma andai-andai?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada sebenarnya, mungkin kalau lg mood ya? ada cerita tentang sungai yang berkilauan ketika diterpa sinar bulan. rupanya di sungai itu terkandung logam pirit yang tersebar dl batunya, airnya segerrrrrr... tapi sayangnya sungai ini juga terancam oleh rencana aktivitas pembukaan tambang di hulunya :(

      Delete