Pages

Biarkan Tuhan Menilaimu (message from Mother Theresa)

oleh Margaretha Seting Beraan pada 18 Februari 2010 jam 12:20
Mother Theresa, cinta tanpa syaratTerimakasih buat yang sudah membagi tulisan ini di text misa rabu abu di katedral St. Maria Samarinda, semoga bisa menjadi refleksi dan inspirasi buat kita semua

----------------------------------------------------------------
Apabila engkau berbuat baik, orang lain akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi tetaplah berbuat baik

Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois. Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya

Apabila engkau sukses, engkau mugkin akan mempunyai musuh dan juga teman yang iri hati atau cemburu. Tetapiteruskanlah kesuksesanmu itu



Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi tetaplah bersikap jujur dan terbuka

Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja. Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.

Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan didalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi, tetaplah berbahagia

Kebaikan yang hari ini kau lakukan besok mungkin sudah dilupakan orang. Tetapi teruslah berbuat baik

Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki, dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi tetap berikanlah yang terbaik

Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara kau dan orang lain. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikirkan atas perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang jujur dan Dia sanggup melihat ketulusan hatimu

Mother Theresa

ATURAN PUASA DAN PANTANG MENURUT HUKUM GEREJA KATOLIK UNIVERSAL

oleh Margaretha Seting Beraan pada 03 Maret 2010 jam 20:35
Dalam Tangan-Mu Kuserahkan HidupkuPada prinsipnya, dalam agama katolik tidak memaksa orang untuk sekadar puasa lahiriah ala Yahudi, melainkan sikap hati. Maka agama Katolik dikenal sebagai Agama Hati, agama Kasih. Yg dilakukan adalah ekspresi hati bukan aturan dari luar hati. Dalam konteks aturan puasa, soal waktu untuk puasa bukanlah sebuah aturan ketat dimana para gembala nya berlaku seolah satpam atau satpol-PP untuk mengatur perilaku puasa jemaatnya.

Silakan, jika mau puasa 1 hari penuh atau setengah hari, atau tepat pada hari jumat atau bukan, itu bukan inti persoalan puasa. Bahkan seluruh hari hidup kita adalah tindakan puasa tatkala menahan diri untuk tidak ini dan itu demi kepentingan yg lebih besar dan lebih baik (istilahnya 'bonum communae'). Hari dan Jam dapat diatur oleh pribadi yg sadar melakukan puasa.

Aturan yg diberikan adalah sebuah pedoman, sebuah tuntunan. Tapi kalo mau diikuti secara ketat juga tidak apa2 yg penting tidak mengganggu orang lain lantaran puasa kita. Orang Katolik diyakini para pimpinannya cukup dewasa n bijak dalam mengatur puasanya demi kepentingan yg lebih mulia dan luhur. Dengan puasa, kita


INILAH ATURAN PUASA DAN PANTANG MENURUT HUKUM GEREJA KATOLIK UNIVERSAL:

1. Hari dan waktu tobat dalam Gereja Katolik adalah setiap hari Jumat sepanjang tahun dan selama 40 hari masa prapaskah. Kanon 1250 menyatakan: “Hari dan waktu tobat dalam seluruh Gereja ialah setiap hari Jumat sepanjang tahun, dan pula masa tobat 40 hari.”

2. Semua orang ber-iman Katolik wajib melakukan tobat demi hukum Ilahi (artinya sesuai perintah allah sendiri). Maka pada masa tobat tersebut, kita hendaknya secara khusus meluangkan waktu untuk berdoa secara intensif, menjalankan ibadat dan karya amal kasih, menyangkal diri dengan cara melaksanakan kewajiban-kewajiban dengan lebih setia, terutama dengan berpuasa dan berpantang.Kanon 1249 menyatakan, “Semua orang beriman kristiani wajib menurut cara masing-masing melakukan tobat demi hukum ilahi; akan tetapi agar mereka semua bersatu dalam suatu pelaksanaan tobat bersama, ditentukan hari-hari tobat, dimana orang-orang beriman kristiani secara khusus meluangkan waktu untuk berdoa, menjalankan ibadat dan karya amal kasih, menyangkal diri sendiri dengan melaksanakan kewajiban-kewajibannya dengan lebih setia dan terutama dengan berpuasa dan berpantang, seturut norma kanon-kanon berikut.”

3. Pantang makan daging dan makanan lainnya seturut kebiasaan hendaknya dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, terkecuali hari jumat itu jatuh bertepatan dengan satu hari raya dalam Gereja. Kanon 1251 menyatakan, “Pantang dari makan daging atau dari makanan lainnya seturut ketentuan Konferensi Wali Gereja hendaknya dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali jika hari Jumat itu jatuh pada salah satu hari yang terhitung hari raya ; sedangkan pantang dan puasa hendaknya dilakukan pada Hari Rabu Abu dan pada Hari Jumat Agung memperingati Sengsara dan Wafat Tuhan kita Yesus Kristus.”

4. Kita ber-Pantang dan ber-Puasa pada Hari Rabu Abu dan Hari Jumat Agung dalam Pekan Suci. Pad hari Jumat lainya dalam masa prapaskah, kita hanya berpantang (Kan. 1251 supra), meski puasa pun dianjurkan.

5. Yang diwajibkan berpuasa adalah semua orang yang telah berusia dewasa hingga awal tahun yang ke-60. Puasa berarti makan kenyang hanya sekali dalam sehari untuk tujuan-tujuan rohani dan amal.Kanon 1252 berbicara tentang siapa yang terkena kewajiban berpuasa dan berpantang: “Yang wajib berpantang ialah yang telah genap berumur 14 tahun; sedangkan peraturan puasa mengikat semua yang berusia dewasa sampai awal tahun ke-60; namun para gembala umat dan paran orang tua hendaknya berusaha agar juga mereka yang karena usianya masih kurang tidak terikat wajib puasa dan pantang, dibina ke arah semangat tobat sejati.”
Siapa saja yang disebut dewasa dalam Kanon 1252 tersebut? Kanon 97, ф menjawab:”Orang yang berumur genap 18 tahun, adalah dewasa, sedangkan di bawah umur itu, belum dianggap dewasa.”

6. Yang diwajibkan berpantang adalah semua orang yang telah berusia genap 14 tahun ke atas (lih. 1252 supra). Pantang berarti meninggalkan makanan tertentu atau kebiasaan-kebiasaan tertentu demi tujuan-tujuan rohani dan amal.

Catatan:
Ini kiriman dari seorang teman yang menjawab kebingunganku, Buat yang pengen menjalani puasa dalam masa pra paskah ini, silahkan di simak tetapi jika masih terdapat kebingungan, maka untuk info lebih lanjut silahkan hubungi pastor paroki masing-masing (^,^)

Perubahan


oleh Margaretha Seting Beraan pada 10 Maret 2010 jam 20:41

Bante Panya

Hidup memang penuh kejutan. Dalam banyak kesempatan, kita tidak tau apa yang akan terjadi sebelum sesuatu itu benar-benar terjadi. Persoalannya, tidak semua orang siap menghadapi kejutan hidup yang sifatnya tidak mengenakan atau tidak sesuai dengan harapan. Terimakasih untuk pak Ciwi(PBS) yang telah meminjamkan buku yang bagus ini, sangat inspiratif untuk aku dan semoga teman-temanku dan orang-orang yang kusayangi juga



Oleh Bante Panya (Sri Pannyavaro)
Dari buku: "Bersahabat dengan Kehidupan; memaknai dengan kearifan"
Tidak ada yang kekal di alam semesta ini, semuanya berubah. Apakah yang tidak berubah? Apa saja berubah! Perubahan memang dapat membawa kemajuan. Yang kecil menjadi besar, yang dulu tidak mampu sekarang hidup lebih baik, yang di bawah kemudian bisa naik. Semua itu terjadi karena adanya fenomena perubahan.kalau tidak ada perubahan, tidak akan ada kemajuan.

Kalau kita mengalami kesulitan yang sulit di pecahkan, tetapi kita menyadari bahwa didunia ini semuanya terkena perubahan, maka akan timbul optimisme, timbul harapan bahawa persoalan apapun pasti akan berubah. Kalau memang persoalan-persoalam itu tidak akan berubah, tentu kondisi, faktor lingkungan yang mengeilingi persoalan itu akan berubah. Tetapi, seandainya persoalan dan kondisinya tidak berubah dan kita sulit menerima hal atau keadaan itu, seiring dengan berjalanya waktu, tentu timbul perubahan disekitar kita, maka pemikiran kita juga berubah. Kalau sebulan yang lalu sangat sulit menerima, sekarang kita sudah siap untuk menerimanya.

Perubahan memberikan semangat kita untuk hidup, perubahan memberikan kekuatan kepada kita untuk menghadapi persoalan, karena di dunia ini, apakah yang tidak berubah. Persoalan yag pelik, persoalan yang sulit, juga berubah; lingkungan juga berubah; dan tanggapan pikiran kita berubah. Perubahan membuat kita bertahan, tidak patah semangat dan tidak putus asa.

Perubahan memberikan daya tahan, perubahan membuat seseorang untuk bertahan dengan penuh keuletan dan kesabaran. Kesabaran dan keuletan dalam bertahan menghadapi persoalan akan mampu kita lakukan kalau kita menyadari dengan sungguh-sungguh tentang hukum perubahan. Mengapa kita tidak bisa bertahan? Mengapa kita begitu berkecil hati, begitu mengkerut menghadapi masalah? Mengapa kita tidak ingat bahwa masalah itu juga akan berubah? Faktor-faktor yang membuat masalah itu muncul pasti akan berubah, lingkungan kita akan berubah dan cara berpikir kita pun juga berubah. Perubahan menimbulkan daya tahan, keuletan, kesabaran. Perubahan memberikan harapan bagi kita untuk maju, mengisi dan menyelesaikan kewajiban kehidupan ini.

Tetapi perubahan juga bisa membawa kehancuran, yang muda menjadi tua, yang sehat menjadi sakit, yang diatas kemudian turun ke bawah, yang sukses kemudian mengalami kegagalan; semua kejadian itu juga karena perubahan. Dari besar menjadi kecil juga perubahan bukan hanya dari kecil menjadi besar saja. Dari untung sedikit menjadi untung banyak adalah perubahan, tetapi dari untung banyak menjadi untung sedikit juga perubahan. Kemerosotan juga perubahan. Kegagalan, bencana, musibah, kemunduran, kelesuan, itu pun perubahan.

Memang perubahan yang mengakibatkan kemajuan tidak menimbulkan persoalan, tetapi menghadapi perubahan yang membawa kemunduran, itulah persoalan. Dan manusia tidak bisa menghindari perubahan yang membawa kemunduran itu. Pada saat kita menghadapi perubahan menuju kemunduran, disitulah kesiapan dan ketahanan mental dibutuhkan.

Tidak ada yang abadi, tidak ada yang tetap dialam semesta ini. Orang yang paling menderita adalah orang yang sulit menerima perubahan, terutama perubahan yang tidak enak. Mengapa perubahan harus diterima? Karena kita tidak bisa menghentikan perubahan.